Bersamamu

by: Vierra

Memandang wajahmu cerah
Membuatku tersenyum senang
Indah dunia
Tentu saja kita pernah mengalami perbedaan
Kita lalui
Tapi aku merasa
Jatuh terlalu dalam cintamu
Ku tak akan berubah

Ku tak ingin kau pergi s’lamanya
Ku kan setia menjagamu
Bersama dirimu dirimu
Sampai nanti akan s’lalu
Bersama dirimu

Saat bersamamu kasih
Ku merasa bahagia dalam pelukmu
Tapi aku merasa jatuh terlalu dalam cintamu
Ku tak akan berubah
Ku tak ingin kau pergi s’lamanya

Seperti yang kau katakan
Kau akan selalu ada
(Kau akan selalu ada)
Menjaga memeluk diriku dengan cintamu
Dengan cintamu

Published in: on July 19, 2009 at 2:06 pm Leave a Comment

Aku Terharu,,,

Aku terharu, padamu…


Pun seberapa dekatnya kita,

kau tetap menilaiku objektif,

jika aku salah,

maka kau akan bilang aku salah,

tak pernah sedikitpun kau membenarkan salahku,

dan kau mengingatkanku,

mencoba memberi sisi postif dari suatu masalah yang sedang ku hadapi,


seberapa emosinya diriku,

pun memang pantas aku menjadi emosi,

kau tidak mendukungku,

sedikitpun kau tak ikut larut dalam emosiku,

kau meredakan emosiku yang meluap,

menenangkan jiwaku yang meradang,,,


Aku terharu,padamu…

orang yang berusaha bijak dalam menanggapi masalah,,,

orang yang berusaha memandang masalah dari berbagai sudut,,,


Aku terharu, padamu…

Pada orang yang berusaha dewasa dalam menghadapi aku,,,


Terimakasih Ya ALLAH…

Terimakasih untukmu…

Aku terharu…………………………….

Published in: on June 22, 2009 at 12:34 am Comments (1)
Tags: , , , ,

Maaf itu takkan pernah ada,,,

Luka itu akan selalu ada disana,

takkan pernah hilang, sedikitpun…!!!

Sakit itu masih terasa, sampai kapanpun…!!!

Marah itu masih bersisa…

Kecewa itu masih berasa…

Maka,,,

Seberapa besarpun aku mencoba…

Seberapa kuatpun aku berusaha…

untuk memaafkan…

Tetap saja aku tak bisa memaafkan,,,

Tak  bisa benar-benar memaafkan,,,

Dan mungkin maaf itu tak kan pernah ada untukmu……………………….


I’m sorry to say that,,,,,




Published in: on June 2, 2009 at 3:48 pm Comments (2)

Maafkan aku, anak-anakku sayang,,,

Kesibukan di tahun terakhir kuliah membuatku mengabaikan banyak hal… termasuk menelantarkan murid-murid TPA-ku,,,huhuhu,,, maafkan,,,

Tapi, juga tiddak berarti menelantarkan dgn tidak bertanggungjawab karena sebenernya juga sudah ada guru penggantinya,

tapppiiii,,,secara “adat” aku memang masih berprofesi menjadi pengajar disana, belom resmi resign atau dipecat karena seringnya aku bolos, hehehe,,,

Dan setelah 2minggu menghilang dari dunia anak2 itu,,,

Aku dihubungin koord. pengajar dan memintaku ngajar sore kemaren,,,

Dan, kebetulan memang aku ada waktu mengajar, akhirnya akupun datang,,,

Takjubnya bukan maen ketika aku datang kesana,,,

Anak-anak langsung berhamburan menghampiriku dan berebutan menyalami tanganku,,,

huhuhu,,, aku terharu…!!!

Sepertinya sebegitu rindunya anak2 muridku denganku,,,

ahhhh,,, anak kecil,,, kepolosannya selalu membuat hatiku luluh,,,

meskipun seringkali mereka membuatku jengkel dan kesal karena tingkahnya yang nakal dan susah dibilangin,,,

tapi, tetap tidak pernah bisa membuatku marah pada mereka,,, sedikitpun tidak bisa…!!!

Lalu, akupun yang bisa aku lakukan hanyalah menghela napas dan mengurut dada,

Bahkan ketika setelah seharian aku lelah dengan segala aktivitasku,,,

melihat mereka membuatku lupa akan kelelahan dan kepenatanku seharian itu,,,

Mungkin aku memang terlalu cinta pada anak kecil,,,


huffff,,,

Maafkan ibu, ya anak2-ku sayang yang telah menelantarkan kalian 2 minggu ini,,, ^^

ibu akan berusaha semaksimal mungkin untuk tetap bisa mengajar,,,

Sayang kalian selalu,,,

Moga kalian bisa menjadi anak yang sholeh dan sholeha,,,

rajin-rajin ngaji yaaa,,,, ^^


Published in: on at 3:08 pm Leave a Comment
Tags: , ,

untukmu,,,

Terimakasih tlah membuatku selalu tersenyum,,,

Terimakasih tlah mewarnai hari-hariku,,,

Terimakasih tlah memberi semangat dalam tiap langkahku,,,

Terimakasih tlah membangun mimpi-mimpiku,,,

Terimakasih tlah menjadi cahaya dalam kegelapanku,,,

Terimakasih tlah menjadi pelipur sgala dukaku,,,

Terimakasih tlah menjadi penenang jiwaku,,,

Terimakaih tlah menjadi penentram hatiku,,,

Terimakasih tlah menjadi pengingat dalam stiap tingkahku,,,

Danterimakasih tak terhingga, tlah hadir dalam hidupku,,,

Terimakasih untukmu,,,,,


-RiriYangSangatBerterimakasihDanBersyukur-


Published in: on May 17, 2009 at 2:31 am Leave a Comment

Titipan ALLAH

Ketika Alloh menitipkan cinta pada kita,
Kita tidak bisa memilih kepada siapa kita ingin mencinta,
Pun tak kuasa menolak cinta yang datang, karena cinta adalah titipan….

Dan ketika saatnya tiba……
Alloh akan menguji titipan Nya,
Menguji cinta yang Dia titipkan kepada kita,
Menguji timbangan cinta kita pada Nya dan pada kekasih fana kita…

Ketika saatnya tiba…
Alloh akan menguji seberapa kuat ikatan cinta itu..
Dan mungkin akan Dia datangkan cinta-cinta lain..
Sekedar memastikan apakah cinta yang Dia titipkan
tak berkurang kekuatannya…

Dan akankan manusia siap mengembalikan titipan itu..
Saat waktunya tiba…

Published in: on April 12, 2009 at 1:51 am Comments (7)
Tags: , , ,

Bunga Matahari

Bunga matahari adalah tanaman yang bersifat heliotropik
Yaitu gerakannya selalu mengikuti sinar matahari
Yang dalam hal ini terlihat dari bunganya yang selalu menghadap ke arah terbitnya matahari
Bunga ini akan selalu mengikuti kemanapun matahari pergi
Kalaupun matahari terbit di barat atau di utara maka dia juga akan mengikutinya
Bahakan apabila kita memindahkan arah menghadap bunga tersebut
Dia akan dengan sendirinya kembali menghadap ke arah matahari terbit
Sementara di malam hari ketika tidak ada lagi sinar matahari
Atau ketika dia berada dalam kegelapan
Maka dia akan merunduk dan menutup dirinya………….

by: seseorang

Published in: on at 1:50 am Leave a Comment
Tags: ,

Aku Benci Jatuh Cinta…!!!

Kepada kamu,
Dengan penuh kebencian.

Aku benci jatuh cinta. Aku benci merasa senang bertemu lagi dengan kamu, tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak, selalu menebak-nebak. Aku benci deg-degan menunggu kamu online. Dan di saat kamu muncul, aku akan tiduran tengkurap, bantal di bawah dagu, lalu berpikir, tersenyum, dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu, di seberang sana, bisa tertawa. Karena, kata orang, cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa. Mudah-mudahan itu benar.

Aku benci terkejut melihat SMS kamu nongol di inbox-ku dan aku benci kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya, menghapusnya, memikirkan kata demi kata. Aku benci ketika jatuh cinta, semua detail yang aku ucapkan, katakan, kirimkan, tuliskan ke kamu menjadi penting, seolah-olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi kehilangan kamu. Aku benci harus berada dalam posisi seperti itu. Tapi, aku tidak bisa menawar, ya?

Aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat kamu itu. Apakah pertanyaan kamu itu sekadar pancingan atau retorika atau pertanyaan biasa yang aku salah artikan dengan penuh percaya diri? Apakah kepalamu yang kamu senderkan di bahuku kemarin hanya gesture biasa, atau ada maksud lain, atau aku yang-sekali lagi-salah mengartikan dengan penuh percaya diri?

Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan sesuatu yang bergerak dari dalam dada, menjalar ke sekujur tubuh, dan aku merasa pasrah, gelisah. Aku benci untuk berpikir aku bisa begini terus semalaman, tanpa harus tidur. Cukup begini saja.

Aku benci ketika kamu menempelkan kepalamu ke sisi kepalaku, saat kamu mencoba untuk melihat sesuatu di handycam yang sedang aku pegang. Oh, aku benci kenapa ketika kepala kita bersentuhan, aku tidak bernapas, aku merasa canggung, aku ingin berlari jauh. Aku benci aku harus sadar atas semua kecanggungan itu…, tapi tidak bisa melakukan apa-apa.

Aku benci ketika logika aku bersuara dan mengingatkan, “Hey! Ini hanya ketertarikan fisik semata, pada akhirnya kamu akan tahu, kalian berdua tidak punya anything in common,” harus dimentahkan oleh hati yang berkata, “Jangan hiraukan logikamu.”

Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada di dalam diri kamu. Kesalahan yang secara desperate aku cari dengan paksa karena aku benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna, kamu bisa saja tanpa cela, dan aku, bisa saja benar-benar jatuh hati kepadamu.

Aku benci jatuh cinta, terutama kepada kamu. Demi Tuhan, aku benci jatuh cinta kepada kamu. Karena, di dalam perasaan menggebu-gebu ini; di balik semua rasa kangen, takut, canggung, yang bergumul di dalam dan meletup pelan-pelan…

aku takut sendirian.

*Tulisan ini terdapat dalam buku Kepada Cinta (Gagasmedia, 2009), buku kumpulan surat cinta dari berbagai macam penulis.

http://radityadika.com/

Published in: on April 7, 2009 at 1:07 pm Comments (5)