Sajak Cinta
19 Nov 2011 Leave a Comment
in UnCaTeGoRiZed Tags: cinta sajak puisi
Ialah kau, yang selalu ada, jauh sebelum cahaya mengecup mata, jauh sebelum suara menyentuh telinga.
Selama kita masih ada di langit yang sama, mencintaimu adalah hal yang selalu mungkin!
Mungkin engkau ada, agar hidupku bisa lebih bahagia dari apa yang aku harapkan.
Mencintaimu, adalah pesta yang tak pernah selesai. Aku terus merayakannya, dengan kecupan, dengan pelukan
Ada yang selalu berdenyut di dalam nadi, itu engkau yang ada di dalam aku, dalam kehidupanku.
Aku mencintaimu, dari detik ke detik, detak ke detak, denyut ke denyut!
Kekasih, dengan mencintaimu, aku bisa tahu bagaimana cara yang benar, untuk mengisi hidupku.
Denganmu, aku merasa seperti terbaring di atas kertas, menjelma huruf-huruf, untuk puisiku sendiri!
karena memang hanya dengan menulis puisilah, satu-satunya caraku menemui dirimu, di kepalaku sendiri
Karena untukku, sajak adalah wadah untuk menampungmu, yang tumpah dari pikiranku.
Di taman itu, aku melihatmu tersenyum, meskipun kusadari, itu hanyalah taman yang kubuat sendiri, di puisiku sendiri.
Memelukmu adalah caraku berbicara denganmu, semacam bahasa baru, yang hanya bisa dipahami oleh debar jantungmu
Pelukanmu, adalah yang selalu kuingat, sebagai arah jalan pulang, ke tempat segala tenang.
Ingatan tentang pelukanmu adalah yang paling erat mengikat di pikiranku, bahkan lebih erat dari pelukan itu sendiri!
Seringkali aku merasa, jika dapat memelukmu adalah juga termasuk doaku yang terkabulkan.
Segala yg terjadi antara kau dan aku saat ini, adalah yang lebih baik, dari sekedar angan, dari sekedar ingin!
tak ada arah yang lebih baik dari mencinta, selain saling menguatkan, selain saling mendoakan
Tetaplah bersamaku, agar aku selalu memiliki sesuatu untuk kudoakan!
Aku tak ingin menjadi apa-apa, selain apa yang selalu kau pikirkan, selain apa yang selalu kau tuliskan!
ialah aku yang pernah kau pertahankan, sebelum waktu memudarkan. lalu berubah, menjadi hujan, menjadi hujan
Kita, sepasang yang ditelanjangi rindu. Sedangkan waktu, hanyalah baju.
by:
kharisma P lanang
@Karizunique
KaTa MeReKa...