Cara Ampuh Saya


Menghadapi berbagai anak dengan berbagai karakter adalah makanan sehari-hari seorang pengajar. Terlebih lagi, hanyalah menjadi pengajar bimbel dari kelas4 sd-3smp, sungguh saya harus bertemu dan berinteraksi dgn puluhan orang yang sangat variatif, heterogen dengan “tuntutan’ seorang pengajar bimbel yg setiap saat, setiap waktu harus ramah dan penuh cinta  kepada murid-muridnya apapun kondisinya.

Terkadang saya merasa lelah, tak bersemangat, dan putus asa ketika menghadapi beberapa anak yg susah dikendalikan. Semisal, tak mendengarkan ketika saya mengajar, bercanda, ngobrol, berantem, ngomong kasar, membantah, memerintah,  membentak dan meremehkan saya, bahkan mengerjai saya.  Dan saya selalu saja tidak bisa marah pada mereka. Saya tidak tega. Sedikit tegas/menegur pun, seringkali saya  dihiraukan.

Mengajar bener2 menguras tenaga, pikiran, dan hati saya. mengajar benar2 menguji kesabaran saya. Dan seringkali ketika saya merasa kehabisan kesabaran, saya tak mampu berbuat apa2. Hanya berusaha untuk tetap tersenyum tegar di depan mereka, walopun sebenarnya di hati saya ingin menangis, sedih, sakit. Dan mereka tidak penah sedikitpun menyadari ataupun tahu akan hal itu. (saya baru menyadari dan merasakan penderitaan seorang guru… Mungkin ini balasan untuk saya ketika dulu saya pernah menjadi seorang murid. Ampuni saya Ya ALLAH……)

Dan ketika saya sedang berada di titik terendah saya. Ketika saya ingin melampiaskan semua amarah, kekesalan, dan kesedihan saya. Ketika saya ingin menumpahkan seluruh airmata ini. Maka cara yang paling ampuh untuk membuat saya kembali tenang, bersemangat, dan ceria lagi adalah ketika saya pulang ke rumah, menjumpai suami saya, kemudian memeluknya erat-erat. Sungguh dalam pelukan hangatnya, semua beban pikiranku luruh seketika, segala peluh-keluh-kesah saya menguap begitu saja. Terlebih lagi ketika dengan perhatiannya, suami saya bertanya: “kenapa, neng?” hati saya luluh seketika. Saya merasa begitu aman, nyaman, tenteram, dan damai. alhamdulillah…..

Dan seiring berjalannya waktu, seiring datangnya masalah yang bertubi-tubi dan semakin kompleks, itulah cara ampuh saya mengatasi segala kegalauan, keresahan, dan kesedihan saya……

Maka, saya semakin tak henti-hentinya mengucap dan merasa syukur…

Terimakasih ya Allah Engkau telah mempertemukan dan menyatukan kami dalam ikatan yg halal dan penuh berkah. Maka, jagalah kami, berikan kami kekuatan dan kesabaran untuk tetap istiqomah di jalan-Mu. Jadikanlah kami keluarga yang Sakinnah, Mawaddah, Warahmah yang akan terus abadi hingga di akhirat nanti, aamiinnnnnnnn…..

 

 

Terimakasih untukmu, suamiku, yang telah, sedang, dan akan terus mengisi dan mewarnai hidupku kemarin, sekarang, besok, dan selamanya….

….I do really love u….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s