Saya (bukan) Anggota FPI


Bismillahirrahmanirrahim…….

Menanggapi masalah FPI akhir-akhir ini. Izinkan saya mengeluarkan pendapat mengenai hal tersebut. In My Humble Opinion….

Baru-baru ini diberitakan tentang pembubaran yg dilakukan oleh ormas FPI terhadap acara diskusi (bedah buku) karangan Irshad Manji di Salihara.
Tentu saya sangat TIDAK SETUJU dengan tindakan FPI selama ini yang hampir selalu melalui jalan kekerasan dengan merusak fasilitas, dll. Tentu ini sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang justru datang dengan membawa kedamaian bukan kehancuran.
Namun, dibalik aksi kekerasan FPI MUNGKIN barangkali ada BENARNYA juga.

Siapa sih Irshad Manji sebenarnya yang membuat ormas FPI geram?
Irshad Manji adalah seorang feminist yang dengan terang-terangan mengaku bahwa dirinya muslim dan memiliki kelainan orientasi seksual (lesbi). Oke, sampai situ sebenarnya tak ada alasan sedikitpun yg membenarkan tindakan FPI. Karena itu hak beliau, dan kita sebaiknya jangan mengucilkannya, justru dengan pendekatan personal bisa diobati. Namun, tidak mengucilkan bukan berarti kita menjadi permisif dan membiarkan kelainan orientasi seksual ini sebagai suatu hal yang wajar dan lumrah. Karena, jelas-jelas yang namanya KELAINAN ORIENTASI seksual (secara psikologis dan agama, tentunya) adalah ada sesuatu yang salah, menyalahi kodrat dan fitrahnya. Dan tentu harus dicegah dan diobati!

Yang justru menjadi masalah bukan karena pembicaranya adalah seorang LESBI dan MUSLIM tapi masalah muncul ketika beliau justru memaksakan hak lesbian dalam Islam, berkoar-koar untuk melegalkan pasangan sesama jenis, dan tentu menyebarkan paham Islam Liberal-nya!

Jika, semisal nih, kita memiliki keluarga, ayah-ibu, adik-kakak, suami/istri, anak-anak, saudara, sahabat, dan teman yang memiliki kelainan orientasi seksual. Apa lantas kita diam?membiarkannya begitu saja tanpa usaha?menganggapnya sesuatu yg normal dan sebagai suatu kebebasan yg wajar?

Lalu, semisal mereka tidak (belum) memiliki kelainan orientasi seksual, kemudian mereka menghadiri sebuah seminar/diskusi/bedah buku yang membahas tentang pemikiran yg “melenceng” dan salah, apa lantas kita juga diam?bersikap santai saja?Saya kira, setidaknya kita akan merasa waswas, dan hati nurani sedikit-banyak akan menentang. Bukan karena kita tidak percaya pada mereka tetapi kekhawatiran bahwa mereka akan terpengaruhi dan ter-brainwash oleh pemikiran yang melenceng tersebut. Dan menurut saya, kekhawatiran inilah yang sangat wajar, kta sebagai seseorang yang menyayangi mereka.

Dan MUNGKIN, kekhawatiran inilah yang menyebabkan aksi anarkis FPI. Memang tetap tidak bisa dibenarkan, tapi memang MUNGKIN inilah salah satu alasan FPI, kekhawatiran akan semakin merebaknya pemahaman Islam Liberal yang salah, pemahaman yang melenceng dari ajaran Islam yang sebenarnya, di masyarakan Indonesia yang mayoritas muslim. Saya rasa kekhawatiran ini sangatlah WAJAR dan MENDASAR meski sekali lagi saya tekankan, sikap kekerasan FPI tak sepenuhnya BENAR.

Contoh lain aksi anarkis FPI yang sering kita dengar adalah merusak dan mengahancurkan tempat-tempat prostitusi, seperti diskotik. Mari, kita kembali memisalkan tempat hiburan malam tersebut berada di lingkungan tempat tinggal kita. Apa lantas kita hanya diam mematung saja?membiarkan hawa “negatif” merebak di lingkungan kita? Saya rasa sedikit-banyak tentu kita akan merasa was-was dan khawatir jikalau suatu-waktu ayah-ibu-kakak-adik-suami/istri-anak2-bahkan kita sendiri- jadi terpengaruh dan terbawa dengan hawa negatif dari adanya hiburan malam tersebut.

Dan lagi-lagi, kekhawatiran yang sangatlah WAJAR dan MENDASAR inilah yang MUNGKIN menjadi salah satu alasan tindak kekerasan FPI untuk memberantas tempat hiburan tersebut. MUNGKIN kerusakan yang dibuat oleh FPI agar ada efek jera bagi pemilik hiburan malam. Bahkan mungkin masyarakat yang gerah dengan eksternalitas negatif dari adanya hiburan malam ini banyak yang lebih mempercayakan FPI untuk memberantasnya ketimbang pemerintah yang sering plinplan dan lambat dalam mengatasi kerusakan moral dan penyakit sosial di Indonesia. Meskipun lagi-lagi tindakan anarkis FPI TIDAK dapat DIBENARKAN sepenuhnya.

Adalah benar, bahwa ISLAM menyuruh kita ber-Amar Ma’ruf Nahi Mungkar (Mengajak pada kebaikan dan Mencegah keburukan), MUNGKIN inilah prinsip yang dipegang teguh oleh FPI. Ditambah lagi, dalam sebuah hadits disebutkan ”Barangsiapa diantara kalian melihat kemunkaran, ubahlah dengan tanganmu; jika tidak mampu, ubahlah dengan lisanmu; dan jika tidak mampu, ubahlah dengan hatimu; yang sedemikian itu adalah selemah-lemahnya iman” . Tapi hal diatas TIDAKLAH menjadi DASAR bahwa tindakan kekerasan FPI adalah sepenuhnya DIBENARKAN. Sungguh Islam adalah kedamaian. Alloh dan Rasululloh mencintai kedamaian!!! Tapi juga KEDAMAIAN bukan berarti kita MEMBIARKAN dan MEMBOLEHKAN kemungkaran yang terjadi di negara kita tercinta yang mayoritas muslim ini semakin merajalela. MEMBIARKAN rusaknya moral bangsa dan MEMBOLEHKAN ajaran Islam yang sebenarnya diutak-atik, dirusak, dan dilencengkan semaunya oleh orang-orang yang tidak memiliki pemahaman agama Islam yang benar!!!

Dan pada akhirnya saya mengerti akan keresahan FPI dengan alasan yang saya sebutkan. Sehingga saya menjadi cenderung permisif atas tindakan anarkis FPI, meskipun bukan berarti saya membenarkan. Namun saya kira tindakan FPI ada sisi positifnya, dan MUNGKIN sedikit lebih banyak ketimbang sisi negatifnya.

FPI BUKANLAH sekumpulan orang-orang SUCI yang tak pernah berbuat salah dan dosa. Mereka hanyalah masyarakat biasa yang merasa resah dengan kemungkaran yang semakin merebak, yang kemudian dengan BERANI bertindak untuk menghancurkan kemungkaran tersebut dengan tangannya sendiri, tanpa pemahaman ISLAM yang LEBIH mendalam.

Saya SETUJU, dan memang BENAR bahwa tindakan anarkis FPI bukanlah satu-satunya cara untuk memberantas segala bentuk kemungkaran yang terjadi di negeri ini.  Memberikan pemahaman yang benar tentang ajaran agama Islam kepada seluruh masyarakat (termasuk pemerintah) adalah TINDAKAN yang BENAR untuk mencegah dan memberantas kemungkaran di negeri ini. Insya Alloh🙂

“Allah tidak butuh dibela, tetapi sebagai muslim kita harus membela dan memperjuangkan tegaknya ajaran agama Islam yang benar”

Sungguh saya bukanlah anggota FPI, tapi sungguh saya menentang segala bentuk pemahaman Jaringan Islam Liberal (JIL)!!! Pemahaman Islam yang mendasarkan pada kebebasan hawa nafsu semata. Na’udzubillah minzalik.

Sungguh saya bukan anggota FPI, tapi sungguh saya menentang segala bentuk kerusakan moral karena adanya tempat-tempat prostitusi.

Dan Sungguh, saya hanyalah manusia biasa yang penuh salah, dosa, dan khilaf, yang masih belajar memahami Islam dan ingin Indonesia menjadi negara yang lebih baik, penuh kedamaian dengan masyarakat yang lebih bermoral dan beradab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s