Dear Neptunus, Aku mencintainya. Didepannya aku menjadi diriku sendiri. Seperti airmu, yang selalu membawa semua pesanku. Dia pun begitu, membuatku hanyut oleh sorot matanya. Membuatku lupa, oleh kesederhanaan suaranya. Sampai aku tak bisa katakan apa-apa padanya. Bahkan untuk sekedar bilang… rindu, atau butuh. Banyak yang ga ngerti, lalu terluka dan saling menyalahkan. Karena itu, aku takut bicara tentang hati. Maka aku tuliskan saja lalu kusimpan dan mungkin kukirimkan ke…. entah kemana…

–Dee, Perahu Kertas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s